WEB BLOG
this site the web

SMK 8

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA
Mengoperasikan
Software Web Design
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
SWR.OPR.414.(1). A
ii
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA
Mengoperasikan
Software Web Design
PENYUSUN
TIM FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
SWR.OPR.414.(1). A
iii
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “Mengoperasikan Software Web Design”
merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum
peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah
satu bagian dari Kompetensi Mengoperasikan Software Web Design,
Program Keahlian Multimedia.
Modul ini membahas tentang pengoperasion software FTP menggunakan
WsFTP. Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1
berisi tantang pengenalan software web design. Kegiatan Belajar 2 berisi
tentang pengenalan dasar-dasar HTML dan Kegiatan 3 berisi penggunaan
software web design untuk membuat halaman web.
Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang
Mengoperasikan Periferal Web dan Melakukan Entry Data [Web] dengan
menggunakan Image Scanner (Level 2).
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN............................................................................ i
HALAMAN DALAM ........................................................................... ii
KATA PENGANTAR .......................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL ............................................................. vi
PERISTILAHAN/ GLOSSARY ............................................................. viii
I. PENDAHULUAN ..................................................................... 1
A. DESKRIPSI JUDUL ............................................................... 1
B. PRASYARAT .......................................................................... 1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ........................................ 2
1. Petunjuk bagi Peserta Diklat ............................................ 2
2. Peran Guru .................................................................... 3
D. TUJUAN AKHIR...................................................................... 3
E. KOMPETENSI ...................................................................... 4
F. CEK KEMAMPUAN ................................................................ 5
II. PEMELAJARAN ...................................................................... 7
A. RENCANA PEMELAJARAN ....................................................... 7
B. KEGIATAN BELAJAR ............................................................. 8
1. Kegiatan Belajar 1: Mengenal Software Web Design ........... 8
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ..................................... 8
b. Uraian Materi 1 ......................................................... 8
c. Rangkuman 1 ............................................................ 11
d. Tugas 1 ...................................................................... 12
e. Tes Formatif 1 ........................................................... 12
f. Kunci Jawaban Formatif 1 ........................................... 12
v
g. Lembar Kerja 1............................................................ 12
2. Kegiatan Belajar 2 : Dasar-dasar HTML.............................. 14
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ..................................... 14
b. Uraian Materi 2 ......................................................... 14
c. Rangkuman 2 ............................................................ 26
d. Tugas 2 .................................................................... 26
e. Tes Formatif 2............................................................. 26
f. Kunci Jawaban Formatif 2 ........................................... 27
g. Lembar Kerja 2............................................................ 27
3. Kegiatan Belajar 3 : Mengoperasikan Macromedia
Dreamweaver................................................................... 29
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ..................................... 29
b. Uraian Materi 3 ......................................................... 29
c. Rangkuman 3 ............................................................ 54
d. Tes Formatif 3 ........................................................... 54
e. Kunci Jawaban Formatif 3 ........................................... 54
f. Lembar Kerja 3 ......................................................... 55
III. EVALUASI ............................................................................ 57
A. PERTANYAAN ..................................................................... 57
B. KUNCI JAWABAN ................................................................. 57
C. KRITERIA PENILAIAN ............................................................ 58
IV.PENUTUP .............................................................................. 59
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... 60
vi
SLTP &
Yang
Sederajat
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
Lulus SMK
PETA KEDUDUKAN MODUL
vii
Keterangan:
A HDW.OPR.105.(1).A Mengoperasikan periferal untuk pembuatan
grafis
B DTA.OPR.102.(1).A Melakukan entry data [grafis] dengan
menggunakan Image scanner (Level 1)
C SWR.OPR.408.(1).A Mengoperasikan software pengolah gambar
vektor (digital illustration)
D SWR.OPR.409.(1).A Mengoperasikan software pengolah gambar
raster (digital imaging)
E HDW.OPR.106.(1).A Mengoperasikan periferal web
F DTA.OPR.102.(2).A Melakukan entry data [web] dengan
menggunakan Image scanner (Level 2)
G SWR.OPR.414.(1).A Mengoperasikan software web design
H SWR.OPR.415.(1).A Mengoperasikan software 2D animation
I SWR.OPR.413.(1).A Mengoperasikan software FTP
J HDW.OPR.107.(1).A Mengoperasikan periferal multimedia
K DTA.OPR.102.(2).B Melakukan entry data [multimedia] dengan
menggunakan Image scanner (Level 2)
L SWR.OPR.416.(1).A Mengoperasikan software multimedia
M SWR.OPR.407.(2).A Mengoperasikan software presentasi (Level 2)
N HDW.OPR.108.(1).A Mengoperasikan periferal animasi 3D
O SWR.OPR.417.(1).A Mengoperasikan software basic 3D animation
(Level 1)
P SWR.OPR.418.(2).A Mengoperasikan software model 3D animation
(Level 2)
Q HDW.OPR.109.(1).A Mengoperasikan periferal perekam suara
R HDW.OPR.110.(1).A Mengoperasikan periferal perekam gambar
S SWR.OPR.419.(1).A Mengoperasikan software digital audio
T SWR.OPR.420.(1).A Mengoperasikan software digital video
U SWR.OPR.421.(1).A Mengoperasikan software visual effects
viii
PERISTILAHAN/ GLOSSARY
Installation manual : Petunjuk Instalasi.
Software : Perangkat lunak, program yang berjalan di
komputer.
Server : Pelayan, Komputer induk yang bertugas untuk
melayani komputer-komputer klien.
Search Engine : Mesin bantu pencarian data.
Web design : Pembuatan/desain halaman-halaman web.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Mengoperasikan Software Web Design merupakan modul teori
dan atau praktikum yang membahas tentang pengoperasian software
Web Design. Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar. Kegiatan
Belajar 1 berisi tentang pengenalan software web design. Kegiatan
Belajar 2 berisi tentang dasar-dasar HTML dan pada Kegiatan Belajar 3
berisi tentang pengoperasian Macromedia Dreamweaver untuk
membuat halaman web.
Setelah menguasai modul ini diharapkan peserta diklat mampu
mengoperasikan dan menggunakan software web design untuk
melakukan desain dan pembuatan halaman-halaman web. Modul ini
terkait dengan modul lain yang membahas tentang pengoperasian
periferal web dan modul tentang Entry Data [Web] dengan
menggunakan Image Scanner (Level 2).
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
adalah :
1. Peserta diklat telah lulus modul/materi diklat Mengoperasikan
Periferal Web.
2. Peserta diklat telah lulus modul/materi diklat Melakukan Entry Data
[Web] dengan menggunakan Image Scanner (Level 2).
3. Peserta diklat memiliki dan memahami pengetahuan tentang objek
gambar dan karakteristiknya, serta komposisi gambar dan warna.
2
4. Peserta diklat memiliki dan memahami pengetahuan tentang Freehand
drawing.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Peserta diklat
Peserta diklat diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi
dengan sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Langkah-langkah belajar yang ditempuh :
1) Memahami bagaimana menguasai pengoperasian periferal web
dengan baik.
2) Memahami bagaimana melakukan entry data Web dengan
menggunakan Image Scanner.
3) Membaca dengan seksama uraian materi pada setiap kegiatan
belajar.
4) Mencermati langkah – langkah kerja pada setiap kegiatan belajar
sebelum mengerjakan dan bila belum jelas tanyakan pada
instruktur.
5) Mengerti apakah telah benar – benar memahami modul ini.
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Guna menunjang keselamatan dan kelancaran tugas/pekerjaan yang
harus dilakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang
diperlukan, pelajarilah terlebih dahulu modul ini dan buku-buku yang
menunjang.
3
c. Hasil Pelatihan
Peserta diklat mampu melakukan tugas pengoperasian software web
design untuk membangun web site sesuai dengan kebutuhan.
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri
sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran,
penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran
dan perangkat evaluasi.
Guru harus menyiapkan rancangan strategi pemelajaran yang mampu
mewujudkan peserta diklat terlibat aktif dalam proses
pencapaian/penguasaan kompetensi yang telah diprogramkan.
Penyusunan rancangan strategi pemelajaran mengacu pada kriteria
unjuk kerja (KUK) pada setiap sub kompetensi yang ada dalam GBPP.
D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu melakukan persiapan software web design
untuk proses pembuatan sebuah web site.
2. Peserta diklat mampu mengenali objek-objek web dan tag-tag
HTML di dalamnya.
3. Peserta diklat mampu melakukan kombinasi objek-objek web dan
tag-tag HTML untuk membuat halaman-halaman web.
4. Peserta diklat mampu melakukan pengelolaan halaman-halaman
web.
5. Peserta diklat mampu mengoperasikan software web design untuk
membuat halaman-halaman web.
4
E. KOMPETENSI
Sub Materi Pokok Pemelajaran
Kompetensi
Kriteria Unjuk
Kerja
Lingkup
Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan
1 2 3 4 5 6
1. Mempersia
pkan
software
web (web
design)
Software web
design telah
terinstalasi
dan dapat berjalan
normal
User manual
software web
design sudah
disediakan
dan dipahami
Perangkat
komputer
sudah
dinyalakan,
dengan sistem
operasi dan
persyaratan
sesuai dengan
Installation
manual dan
SOP yang
berlaku.
Software web
design
dijalankan.
Pengenalan
software
web design
Mengama
ti proses
aktifasi
sistem
operasi
dan
software
web
design
dengan
seksama
Menjelaskan
fungsi
software web
design
Menyalakan
komputer
sesuai dengan
Installation
manual dan
SOP
Menjalankan
software web
design sesuai
prosedur.
Contoh:
Adobe
ImageReady,
Macromedia
Dreamweaver,
Macromedia
Fireworks,
Microsoft
Frontpage
2. Mengenali
tag-tag
HTML,
membuat,
membuka,
menyimpa
n file
halaman
web
Objek web
dan tag-tag
HTML dikenali
berdasarkan
user manual
Fitur
pengelolaan
file halaman
web dapat
digunakan,
seperti: buat/
create/ new,
simpan/save,
buka/ open,
simpan
dengan nama
lain/ save as.
Tag-tag HTML
digunakan
untuk
membuat
halaman web
dengan
kombinasi:
text, image,
link, table,
layer, form,
frame, dsb.
File halaman
web disimpan
dengan
format: html.
Objek web
Fitur
pengelolaan
file halaman
web
Tag-tag
HTML
Teknik
penyimpana
n file
gambar
vektor
Mengenali
objek web
dengan
tepat
Mengenali
fitur
pengelola
an file
halaman
web
dengan
tepat
Mengenali
aplikasi
tag-tag
HTML
dalam
pembuata
n
halaman
web
Mengama
ti proses
penyimpa
nan file
halaman
web
dengan
seksama
Mengidentifik
asi objek
yang
dipergunakan
dalam
pembuatan
halaman web
Menjelaskan
tujuan
pengelolaan
file halaman
web
Mengidentifik
asi fungsi tagtag
HTML
dalam
pembuatan
halaman web
Menjelaskan
maksud
penyimpanan
file gambar
dengan
menggunakan
versi
dan option
atribut lain
Memilih objek
yang akan
dipergunakan
dalam
pembuatan
halaman web
dengan tepat
Menggunakan
fitur
pengelolaan
file halaman
web sesuai
tujuannya
Menggunakan
tag-tag HTML
dalam
pembuatan
halaman web
sederhana
Menyimpan
file halaman
web dengan
menggunakan
format html
5
3. Melakukan
pembuatan
halaman
web
dengan
software
web
Objek web,
menu, dan
inter-face
yang
disediakan
software web
beserta
shortcut-nya
dikenali
berdasarkan
user manual
Fitur
pengelolaan
file software
web dapat
digunakan,
seperti: buat/
create/ new,
simpan/ save,
buka/open,
simpan
dengan nama
lain/ save as.
Fasilitas siap
pakai seperti
wizard,
libraries, atau
template pada
software web
dimanfaatkan
untuk
pembuat-an
web
sederhana
Pembuatan
web dinamik
dengan
software web
File halaman
web dari
software web
disimpan
dengan
format: html,
dhtml, xml,
dsb.
Objek web,
menu dan
inter-face
software
web
Fitur
pengelolaan
file software
web
Fasilitas
wizard,
libraries atau
wizard
Teknik
pembuatan
web dinamik
dengan
software
web
Teknik
penyimpana
n file
halaman
web dinamik
Mengenali
objek
web,
menu dan
interface
dengan
tepat
Mengenali
fitur
pengelolaan
file
software
web
dengan
tepat
Mencerma
ti fasilitas
wizard/libr
aries/
template
halaman
web
sederhana
Mengama
ti proses
pembuatan
halaman
web
dinamik
dengan
tekun
Mengama
ti proses
penyimpana
n file
halaman
web
dengan
seksama
Mengidentifik
asi objek
web, menu
dan interface
software web
Menjelaskan
tujuan
pengelolaan
file software
web
Menjelaskan
manfaat
fasilitas
wizard/librarie
s/ template
halaman web
sederhana
Menjelaskan
tahapan
proses
pembuatan
halaman web
dinamik
dengan
software web
Menjelaskan
motif penyimpanan
file halaman
web dengan
berbagai
format
Menggunakan
menu dan
interface
software web
secara tepat
Menggunakan
fitur
pengelolaan
file halaman
web sesuai
tujuannya
Membuat
halaman web
sederhana
dengan
fasilitas
wizard/librarie
s/ template
Membuat
halaman web
dinamik
dengan
software web
Menyimpan
file halaman
web dinamik
dengan
menggunakan
format dhtml
F. CEK KEMAMPUAN
Isilah cek list (��) seperti pada tabel di bawah ini dengan sikap jujur
dan dapat dipertanggung jawabkan untuk mengetahui kemampuan
awal yang telah dimiliki.
6
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
“Ya”
Kerjakan
1. Mengetahui berbagai
macam software web
design beserta
kekurangan dan
kelebihannya.
Tes Formatif
1
1. Mempersiapkan
software Web
Design.
2.Mampu
mempersiapkan dan
memahami fitur-fitur
dalam software web
design.
Tes Formatif
1
1. Mengenali
penggunaan tag-tag
HTML
Tes Formatif
2
2. Mengerti fitur-fitur
software web design
dalam fungsinya untuk
mengelola halaman
web.
Tes Formatif
2
2. Mengenali tagtag
HTML,
membuat,
membuka,
menyimpan file
halaman web.
3. Mampu membuat
halaman-halaman web
HTML dengan
memadukan tag-tag
HTML dan objek-objek
web lainnya.
Tes Formatif
2
1. Mampu membuat
objek-objek halaman
web, seperti : menu
dan interface web.
Tes Formatif
3
2. Memanfaatkan fasilitas
siap pakai dalam
software web design
untuk membuat
halaman sederhana.
Tes Formatif
3
3. Melakukan
pembuatan
halaman web
dengan
software web
design.
3. Mampu membuat
halaman-halaman web
dengan berbagai
format.
Tes Formatif
3
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas,
maka pelajarilah modul ini.
7
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN
Kompetensi : Mengoperasikan Software Web Design.
Jenis
Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Mempersiapkan
software Web
Design.
Mengenali tagtag
HTML,
membuat,
membuka,
menyimpan file
halaman web.
Melakukan
pembuatan
halaman web
dengan
software web
design.
8
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1 : Mengenal Software Web Design.
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah melaksanakan kegiatan pemelajaran 1 diharapkan peserta
diklat dapat mengenal berbagai macam software web design dengan
kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
b. Uraian Materi 1
1) Software Web Design
Software web design merupakan perangkat lunak yang berguna untuk
membangun/membuat/mendisain halaman-halaman web, baik yang
bersifat statis maupun dinamis. Saat ini terdapat berbagai macam
software web design yang dikeluarkan oleh vendor yang berbedabeda.
Setiap software web design itu menawarkan berbagai macam
fitur unggulannya masing-masing. Software web design terpopuler
yang ada saat ini antara lain: Adobe Image Ready, Macromedia
Dreamweaver, Macromedia Fireworks, Microsoft Frontpage dan lain
sebagainya.
2) Mengenal Macromedia Dreamweaver MX
Macromedia Dreamweaver yang merupakan salah satu software web
design terpopuler dipilih sebagai software web design yang akan
digunakan dalam proses pemelajaran dalam modul ini. Macromedia
Dreamweaver dipilih karena kompatibilitas dan dukungannya terhadap
berbagai bahasa pemrograman web, antara lain : ASP, JSP, CFM,
ASP.NET, PHP, JavaScript, CSS dan XML disamping keunggulankeunggulan
lainnya dibandingkan dengan software web design yang
9
lain. Saat ini Macromedia Dreamweaver telah sampai pada versi 2004
yang lebih sering disebut dengan Macromedia Dreamweaver MX 2004.
Dreamweaver menjadi software utama yang digunakan oleh web
designer dan web programmer guna mengembangkan situs web.
Ruang kerja, fasilitas dan kemampuan Dreamweaver mampu
meningkatkan produktivitas dan efektivitas dalam desain maupun
pembangunan situs web. Dreamweaver juga dilengkapi dengan
fasilitas untuk manajemen situs yang cukup lengkap.
Untuk dapat mengoperasikan Macromedia Dreamweaver, terlebih
dahulu harus dipastikan sudah terinstal di komputer praktikum.
Apabila belum ada Macromedia Dreamweaver yang terinstal, maka
perlu dilakukan proses instalasi. Terlebih dahulu harus dipersiapkan
file instalasinya dan diikuti dengan proses instalasi sesuai dengan
installation manual yang ada. Setelah Macromedia Dreamweaver
terinstal, jalankan dengan klik 2 kali pada ikon yang terdapat di
desktop atau dapat juga dilakukan melalui Start Menu.
3) Workspace Dreamweaver MX
Pertama kali dijalankan setelah proses instalasi selesai, user akan
diberikan pilihan Workspace Setup. Workspace Setup berfungsi untuk
menentukan workspace yang akan kita pakai selanjutnya, apakah
Workspace Dreamweaver MX apakah Workspace Dreamweaver 4. Di
sini kita gunakan Workspace Dreamweaver MX, apabila dikemudian
hari kita ingin menggunakan workspace Dreamweaver 4, kita dapat
merubahnya melalui Menu Edit Preferences.
10
Gambar 1. Workspace Setup
Workspace Dreamweaver MX tersebut memiliki tampilan window
seperti pada gambar 2. Window Dreamweaver MX ini dibagi menjadi 7
bagian, yaitu : Insert Bar, Document Toolbar, Document Window,
Panel Groups, Tag Selector, Property Inspector dan Files Panel.
Gambar 2. Window dan Panel Dreamweaver MX
11
Keterangan Gambar:
1) Insert bar, memuat tombol-tombol yang berfungsi untuk
memasukkan/menyisipkan berbagai jenis obyek seperti
gambar, tabel dan layer ke dalam suatu dokumen. Setiap
obyek yang dimasukkan dengan meng-klik tombol insert
pada insert bar ini adalah seperti halnya memasukkan
potongan tag HTML ke dalam halaman yang sedang dibuat.
2) Document window, berfungsi untuk menampilkan dokumen
di mana anda sekarang bekerja.
3) Document toolbar, berisi tombol dan menu pop-up yang
menyediakan tampilan yang berbeda-beda dari Document
Window.
4) Panel groups, merupakan kumpulan panel yang saling
berkaitan satu sama lain, yang dikelompokkan di bawah satu
judul.
5) Tag selector, berfungsi untuk menampilkan hierarki tag di
sekitar pilihan yang aktif pada Design View.
6) Property inspector, digunakan untuk melihat dan mengubah
berbagai property obyek atau teks.
7) Files panel, memungkinkan pengaturan file-file atau direktori
kerja.
Workspace Dreamweaver MX ini memberikan kesatuan tampilan
antara menu utama, panel, property inspector serta toolbar.
c. Rangkuman 1
Macromedia Dreamweaver yang telah sampai pada versi 2004 (MX)
merupakan software web design yang telah memiliki banyak dukungan
terhadap banyak bahasa pemrograman web. Panel-panel pada window
12
Dreamweaver MX memiliki peran masing-masing dalam membangun
sebuah halaman web yang cantik, sesuai dengan jiwa seni si pemakai.
d. Tugas 1
1) Pelajarilah setiap fungsi dari panel-panel dalam window
Dreamweaver MX!
2) Cari dan pelajari sumber bacaan atau buku refensi yang
menjelaskan secara detail tentang pengenalan tool-tool dalam
Macromedia Dreamweaver MX .
e. Tes Formatif 1
1) Apakah yang anda ketahui tentang software web design?
2) Apa yang anda ketahui tentang pemrograman web?
3) Sebutkan beberapa software web design yang anda ketahui!
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Software web design ; perangkat lunak yang berguna untuk
membangun/membuat/mendisain halaman-halaman web, baik
yang bersifat statis maupun dinamis.
2) Pemrograman web, adalah pembuatan halaman web yang
didalamnya mengandung unsur bahasa pemrograman disamping
tetap menggunakan tag-tag HTML. Biasanya pemrograman web
bertujuan untuk membangun web-web dinamis.
3) Software web design : Microsoft Frontpage, Macromedia
Fireworks, Macromedia Dreamweaver, Adobe ImageReady, Namo
Web editor dan lain – lain.
g. Lembar Kerja 1
Alat dan Bahan
Personal Computer (PC).
13
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
terhubung dengan benar.
4) Setelah selesai, matikan komputer sesuai prosedur!
Langkah Kerja
1) Siapkanlah semua peralatan yang dibutuhkan!
2) Periksa semua kabel penghubung pada komputer.
3) Nyalakan komputer dan pastikan komputer tersebut telah
terkoneksi internet dengan baik.
4) Pastikan PC yang anda pakai sudah memiliki software web design,
jika belum lakukanlah instalasi software yang dibutuhkan, yaitu :
Macromedia Dreamweaver MX .
5) Jalankan Macromedia Dreamweaver MX, amati dan catat bagianbagian
pada window Dreamweaver MX. Jika mengalami kesulitan,
tanyakan pada instruktur.
6) Setelah selesai, laporkan hasil kerja Anda kepada instruktur.
7) Setelah diteliti matikan komputer dan rapikan seperti semula.
14
2. Kegiatan Belajar 2: Dasar-dasar HTML
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat dapat mengenali obyek-obyek web dan tag-tag
HTML dalam pembuatan halaman-halaman web.
2) Peserta diklat dapat mengenali fitur-fitur pengelolaan file halaman
web.
3) Peserta diklat dapat melakukan kombinasi tag-tag HTML dengan
obyek-obyek lain untuk membangun halaman web yang disimpan
dalam format HTML.
b. Uraian Materi 2
1) HTML
HTML yang merupakan kepanjangan dari Hyper Text MarkUp
Language memiliki fungsi untuk memformat dokumen teks biasa agar
bisa digunakan pada World Wide Web (WWW). HTML bukan
merupakan suatu bahasa pemrograman, karena sifatnya yang hanya
memberikan tanda (marking up) pada suatu dokumen teks dan bukan
sebagai program.
Pada awalnya HTML dikembangkan sebagai subset SGML (Standart
Generalized Mark-Up Language). Karena HTML didedikasikan untuk
ditransmisikan melalui media internet, maka HTML relatif lebih
sederhana daripada SGML yang lebih ditekankan pada format
dokumen yang berorientasi pada aplikasi.
File-file HTML merupakan dokumen teks yang diformat menggunakan
HTML, maka untuk melakukan penulisan maupun editing dokumen
HTML dapat menggunakan berbagai macam editor, dalam hal ini
digunakan Notepad.
15
Struktur dasar dokumen HTML berisi elemen-elemen atau tag, seperti
pada gambar berikut :
Gambar 3. Struktur Dasar HTML.
Keterangan :
a) : mendefinisikan bahwa teks yang berada
diantara kedua tag tersebut adalah file HTML.
b) : mendefinisikan head dalam sebuah file
HTML.
c) : mendefinisikan judul yang hendak ditampilkan
pada browser.
d) : mendefinisikan teks beserta formatnya yang
hendak ditampilkan sebagai isi halaman web.
2) Format Teks Dasar dalam HTML
a) Heading, HTML mengenal 6 level heading, mulai 1 (terbesar)
sampai 6. heading ditampilkan dengan font lebih besar dan tebal
daripada teks normal.

heading level 1

,

heading level
2

dst.
16
Gambar 4. Tag Heading.
b) Paragraf, setiap ada paragraf baru diawali dengan

paragraf satu

, dst.
c) List, HTML mendukung daftar (list) tidak bernomor, bernomor
dan definisi.
•Tidak bernomor (unordered list) :
  • satu
  • dua
  • tiga
Gambar 5. Tampilan dari Tag Unordered List •Bernomor (ordered list) :
  1. satu
    17
  2. dua
  3. tiga
Gambar 6. Tampilan dari Tag Ordered List •Definisi (definition list) :




Gambar 7. Tampilan dari Tag Definition List 18 d) Performatted Text, dalam HTML, spasi, tab dan baris baru (enter) tidak memiliki pengaruh. Agar format tampilan sesuai dengan sourcenya, maka diperlukan tag
.
Nama : Saya
Tanggal : Lahir
Gambar 8. Tampilan dari Tag Preformatted Text e) Extended Quotations, untuk membuat kutipan panjang, sehingga hasilnya menjorok ke dalam, digunakan tag
.

paragraf satu

paragraf masuk ke dalam

Gambar 9. Tampilan dari Tag Blockquote f) Ganti baris (line break), untuk menulis alamat surat dengan barisbaris pendek, tidak bagus jika menggunakan tag

(spasi terlalu lebar). Maka digunakan tag
untuk ganti baris. 19 Karangmalang.
Yogyakarta.
55281 g) Garis datar (horizontal rule), untuk membuat garis horizontal yang digunakan untuk membatasi bagian-bagian digunakan tag


. Yang dapat diikuti dengan penentuan ukurannya dengan atribut size dan width.
h) Memformat karakter, atau untuk membuat teks Bold. atau untuk membuat teks Italic. atau untuk membuat teks typewriter. Gambar 10. Hasil Format Karakter 3) Dasar Link HTML 1) Relative dan Absolute Link, link ke suatu dokumen pada direktori lain dapat dibuat dengan menentukan relative path dari posisi dokumen asal berada. Ini disebut sebagai relative link. Misal : a href=”Harga/index.html”>Daftar Harga Alamat (URL) dokumen secara lengkap (absolute path) dapat digunakan untuk menentukan tujuan link, disebut link absolute : a href=”http://gmail.google.com”>E-mail Google 20 2) Link ke suatu bagian di dokumen lain, misalnya : satu.html dilink ke suatu bagian di dua.html, caranya adalah : Pada dokumen satu.html, dituliskan : Tiga Pada bagian yang dituju, dituliskan : Tiga 3) Link ke suatu bagian di dokumen yang sama, caranya hampir sama dengan langkah di atas : Pada dokumen satu.html, dituliskan : Tiga Pada bagian yang dituju, dituliskan : Tiga 4) Mailto, link yang langsung menuju ke alamat e-mail. Kirim E-mail 4) Menyisipkan Gambar 1) Atribut ukuran gambar, bila tidak dituliskan, maka ukuran gambar sesuai ukuran aslinya. Namun ukuran gambar bisa dibuat dengan nilai tertentu dengan cara menuliskan atribut height dan width. 3) Teks alternatif untuk gambar, dimaksudkan untuk mengganti gambar apabila browser tidak mampu menampilkan gambar tersebut. ”Foto” 21 4) Atribut border dan spasi, jika atribut ini tidak disertakan, maka gambar ditampilkan tanpa garis tepi. 5) Gambar sebagai hyperlink. 6) Gambar sebagai background 7) Background warna 5) Membuat Tabel Tabel merupakan cara untuk menampilkan informasi dalam bentuk sel yang terdiri dari kolom dan baris. Berikut contoh untuk membuat sebuah tabel yang terdiri dari 2 kolom dan 2 baris. Gambar 11. Tag HTML untuk Membuat Tabel Keterangan : a)
: mendefinisikan bahwa teks di dalamnya merupakan tag-tag pembuatan tabel. 22 b) : mendefinisikan penentuan ada atau tidaknya serta ukuran border pada tabel. c) : table row, mendefinisikan bahwa teks di dalamnya akan berada dalam satu baris. Banyaknya tag menunjukkan banyaknya baris pada suatu tabel. d) : table division, mendefinisikan isi dari suatu kolom, tag ini selalu berada di dalam tag . Banyaknya tag diantara tag menunjukkan banyaknya
kolom dalam suatu baris.
Gambar 12. Hasil Pembuatan Tabel
6) Membuat Frame
Frame HTML digunakan untuk membuat tampilan HTML yang terbagi
menjadi beberapa bagian di mana setiap bagiannya merupakan satu
halaman HTML yang terpisah. Frame bernmanfaat saat suatu halaman
HTML pada suatu bagiannya gerganti-ganti isi, sedangkan pada bagian
lainnya relatif tetap, sehingga lebih menghemat bandwidth internet.
Berikut contoh pembuatan frame :
23
Gambar 13. Tag HTML untuk Membuat Frame
Keterangan :
a) Menentukan banyaknya baris dan tinggi masing-masing frame. Di
sini dibuat dua baris dengan tinggi 80 pixel untuk baris pertama,
dan tinggi baris kedua memanfaatkan sisa ruang pada web browser
(dinyatakan dengan tanda *).
b) Memberikan nama pada frame pertama yang telah dibuat dan
menentukan nama file yang akan ditampilkan dalam frame
tersebut.
c) Membagi baris kedua menjadi 2 kolom dengan ukuran kolom kiri
150 pixel dan kolom kanan memanfaatkan sisanya.
d) Memberikan nama frame paling kiri pada baris kedua dengan nama
left_menu dan menentukan file menu.html menjadi isi pada frame
ini. Frame sebelah kanan dinamai main_page dengan file isi.html
sebagai isinya.
e) Mengakhiri pembuatan frame.
24
Gambar 14. Tampilan Halaman Web dengan Frame
7) Membuat Form
Form merupakan elemen HTML yang berupa blanko (form) yang
dipergunakan untuk menjaring informasi dari pengguna. Macammacam
form :
a) Input, dengan tipe : text, password, checkbox, radio button, reset,
submit dan hidden.
b) Textarea.
c) Select.
Berikut ini contoh tag pembuatan form :
25
Gambar 15. Tag HTML untuk Pembuatan Form
Gambar 16. Tampilan Macam-Macam Form
26
c. Rangkuman 2
1) Pengenalan terhadap tag-tag HTML belum memerlukan web editor
(software web design) seperti Macromedia Dreamweaver, MX
tetapi cukup menggunakan teks editor (misalkan : Notepad).
2) Dasar-dasar HTML mencakup struktur dasar dokumen HTML dan
format teks dasar HTML.
d. Tugas 2
1) Ketiklah lagi tag-tag HTML pada masing-masing contoh pada uraian
materi di atas dengan menggunakan Notepad. Kemudian simpan
menjadi file HTML (dengan ekstensi *.html) dan taruh di dalam
folder yang sama. Jalankan dokumen – dokumen HTML tersebut
pada browser dan amati!
2) Cari sumber bacaan maupun buku referensi yang menjelaskan
secara detail tentang dasar-dasar HTML.
e. Tes Formatif 2
1) Apa yang anda ketahui tentang HTML dan web editor?
2) Buatlah halaman HTML untuk menampilkan formulir isian biodata
anggota, seperti gambar 17 menggunakan editor Notepad.
Gambar 17. Form Isian Biodata Anggota
27
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) HTML adalah Hyper Text MarkUp Language, yang berfungsi
memformat dokumen teks biasa untuk bisa digunakan pada WWW.
Web editor dapat diartikan sama dengan pengertian dari software
web design, yaitu sebuah perangkat lunak yang berguna untuk
membangun/membuat/mendisain dan mengedit halaman-halaman
web, baik yang bersifat statis maupun dinamis.
2) Dokumen HTML-nya :
Gambar 18. Tag-tag HTML Halaman Isian Biodata
g. Lembar Kerja 2
Alat dan Bahan
PC (Personal Computer) yang telah dilengkapi dengan web browser
dan editor teks Notepad.
28
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
terhubung dengan benar.
4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati, jangan
bermain game.
6) Setelah selesai, matikan komputer sesuai prosedur yang aman!
Langkah Kerja
1) Siapkanlah semua peralatan yang akan digunakan!
2) Periksa semua kabel penghubung pada PC.
3) Nyalakan PC dan jalankan program editor notepad dan web
browser Internet Explorer.
4) Kerjakan Tugas 2 dan Tes Formatif 2 di atas.
5) Apabila menemui kesulitan dalam memahami materi yang ada,
segera tanyakan denga instruktur.
6) Setelah selesai, matikan komputer dan rapikan seperti semula.
29
3. Kegiatan Belajar 3: Mengoperasikan Macromedia
Dreamweaver
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mengenali penggunaan obyek web, menu dan
interface yang disediakan Macromedia Dreamweaver MX untuk
membuat halaman web.
2) Peserta diklat dapat memanfaatkan fasilitas siap pakai yang
disediakan Macromedia Dreamweaver MX.
3) Peserta diklat dapat membuat halaman-halaman web dalam
berbagai format.
b. Uraian Materi 3
Mendesain/membuat halaman web merupakan perpaduan seni, ilmu
pengetahuan dan keterampilan. Situs web yang baik harus memiliki
kesatuan desain, atau dapat juga dikatakan mempunyai kesamaan
tema dalam halaman-halamannya. Terdapat beragam fasilitas yang
disediakan oleh Dreamweaver MX untuk mewujudkan hal ini.
Macromedia Dreamweaver MX merupakan software web editor yang
telah dilengkapi dengan fasilitas penyuntingan secara visual sehingga
user dapat menambah desain dan fungsionalitas halaman web tanpa
perlu menulis satu baris pun kode (tag) HTML. Sehingga pada bagian
ini tidak akan dibahas tentang tag-tag HTML secara mendetail, karena
pembuatan halaman web dibuat secara visual.
1) Pengelolaan File Halaman Web
Pengelolaan file halaman web di sini dimaksudkan sebagai pemrosesan
dasar sebuah file yang nantinya akan menjadi halaman web.
Pengelolaan file ini meliputi : pembuatan file baru (create new),
penyimpanan (save) dan penyimpanan dengan nama lain (save as).
30
Dalam Macromedia Dreamweaver disediakan fasilitas pendefinisian
site, yang akan memudahkan pengorganisasian halaman-halaman web
sesuai dengan situsnya.
Terdapat 2 cara pendefinisian site, yaitu Basic dan Advance. Pilihan
Basic memberikan kemudahan dalam menyiapkan situs, pilihan Basic
inilah yang akan digunakan dalam modul ini. Untuk melakukan
pendefinisian site, klik Define Site pada Files Panel.
Gambar 19. Definisi Nama Site
Langkah pertama pendefinisian site adalah menentukan nama site,
yang kemudian akan diikuti dengan pemilihan tipe dokumen dinamis
atau dokumen statis. Pada gambar 20 dipilih option yang menyatakan
bahwa kita tidak menggunakan dokumen dinamis, sehingga tidak
menggunakan teknologi server.
Gambar 20. Definisi Server yang Digunakan
31
Berikutnya akan ditampilkan kotak dialog untuk menentukan cara
pengelolaan file, dalam Dreamweaver direkomendasikan agar file-file
halaman web selalu disimpan terlebih dahulu dalam drive lokal.
Gambar 21. Definisi Lokasi File
Pada kotak dialog berikutnya, dilakukan penentuan web server yang
digunakan. Untuk bekerja secara lokal, dipilih Local/Network yang
kemudian diikuti dengan penentuan direktori lokal untuk menyimpan
seluruh file halaman web yang dibuat.
Gambar 22. Definisi Web Server
32
Berikutnya akan ditanyakan apakah akan dilakukan testing ke web
server atau tidak. Setelah proses pendefinisian site selesai akan
ditampilkan ringkasan pendefinisian site, seperti gambar berikut ini :
Gambar 23. Ringkasan Pendefinisian Site
Gambar 24. Tampilan Situs Lokal dalam Files Panel
33
Hasil dari definisi site dapat dilihat pada Files Panel, dimana Files Panel
telah menampilkan root folder lokal untuk situs
pengoperasian_dreamweaver beserta daftar halaman-halaman web
yang telah ada didalamnya (gambar 24).
2) Membuat Dokumen Baru
Membuat dokumen baru dilakukan dengan : Klik menu File New,
atau dapat juga dengan menekan kombinasi tombol Ctrl + N dan akan
tampil kotak dialog New Document :
Gambar 25. New Document
Untuk membuat dokumen HTML, pilih tab General pada category Basic
Page dan option HTML, kemudian klik tombol create. Maka pada
Document Window Dreamweaver akan tampil seperti gambar 26. Pada
gambar 26 diberikan contoh pembuatan halaman yang berisi teks.
Pengaturan format teks yang ditampilkan dalam document window ini
34
terdapat pada Property Inspector Text yang terletak di bagian bawah
document window.
Gambar 26. Untitled Document
Setiap proses disain dan pembuatan halaman web, kita harus
mengatur properti halaman web yang akan dibuat tersebut melalui
Page Properties. Properti halaman ini akan menentukan bagus
tidaknya disain yang dihasilkan. Melalui Page Properties ini kita dapat
mengatur judul halaman, warna latar belakang, gambar halaman,
warna teks, link serta margin halaman web. Semua ini merupakan
atribut dasar yang harus diperhatikan dalam pembuatan halaman web.
35
Gambar 27. Page Properties
Keterangan :
a) Title : Menentukan judul halaman web yang dibuat.
b) Background image : definisi file gambar yang hendak dijadikan
latar belakang halaman.
c) Background : menentukan warna latar belakang halaman.
d) Text : menentukan warna teks.
e) Links : menentukan warna yang akan digunakan pada semua teks
dan email link yang mengandung hyperlink.
f) Visited links : menentukan warna hyperlink yang pernah
dikunjungi.
g) Active link : menentukan warna hyperlink yang sedang ditunjuk
dengan pointer mouse.
h) Left margin : menentukan nilai margin kiri halaman web.
i) Top margin : menentukan nilai margin atas halaman web.
j) Margin width : menentukan nilai lebar margin halaman web.
k) Margin height : menentukan nilai tinggi margin halaman web.
36
l) Document encoding : menentukan jenis encode halaman web.
m) Tracing image : menentukan file gambar yang akan digunakan
sebagai sarana bantu dalam mendisain halaman web. Tracing
image hanya akan tampil dalam Document window dan tidak akan
tampil pada browser.
n) Image transparancy : mengatur tingkat transparansi obyek
gambar.
3) Menyimpan Dokumen
Untuk menyimpan dokumen baru, klik File kemudian klik Save, maka
akan muncul kotak dialog Save As, dimana direktori default untuk
menyimpan dokumen tersebut ditentukan pada root direktori web,
sesuai pada definisi site sebelumnya.
Gambar 28. Save As
Agar document pada tampilan gambar 26, dapat ditampilkan
(diujicoba) pada web browser, kita simpan document tersebut menjadi
dokumen HTML dengan nama file index.html. Kemudian klik kanan
37
nama file tersebut pada Files Panel, pilih menu Preview in browser.
Maka file index.html tersebut akan tampil di browser seperti gambar
berikut :
Gambar 29. Tampilan File index.html pada Browser
4) Menyisipkan Tabel dalam Dokumen
Sebelum mempelajari cara menyisipkan tabel ke dalam dokumen,
terlebih dahulu harus disiapkan dokumen yang hendak disisipi tabel.
Misalnya, kita gunakan file index.html yang telah dibuat sebelumnya.
Jika file index.html ini telah ditutup, buka kembali file ini dengan klik
File Open index.html, atau dapat pula dilakukan dengan klik
double pada file index.html dalam Files Panel.
Kemudian yakinkan bahwa Document window file index.html aktif,
selanjutnya pilih lokasi dalam dokumen index.html yang hendak
disisipi tabel. Klik menu Insert Table, atau dapat juga dengan
menekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+T pada keyboard, maka akan
muncul kotak dialog :
Gambar 30. Insert Table
38
Keterangan :
a) Rows : menentukan banyaknya baris tabel.
b) Columns : menentukan banyaknya kolom tabel.
c) Width : menentukan ukuran lebar tabel beserta sataun ukuran
yang digunakan, Percent atau Pixels.
d) Border : mengatur ketebalan border atau batas tabel.
e) Cell padding : mengatur jarak antara isi sel dengan batas tepi sel.
f) Cell spacing : mengatur jarak antarsel dalam tabel.
Jika parameter-parameter default pada kotak dialog Insert tabel diikuti
(dengan meng-klik OK), maka pada document window akan tampil
seperti gambar berikut :
Gambar 31. Tampilan Tabel yang Disisipkan
Tabel yang telah tampil dalam Document Window tersebut dapat
diatur dan dimodifikasi lagi dengan menggunakan properti tabel pada
Property Inspector yang terletak di bagian bawah Document Window,
seperti yang terlihat pada gambar berikut ini :
39
Gambar 32. Property Inspector Tabel
Pengaturan dan modifikasi tabel melalui properti tabel tersebut antara
lain berupa : mengubah ukuran tabel, mengubah jumlah baris dan
kolom tabel, menentukan warna, perataan tabel dan pengaturan tabel
lainnya. Untuk mengisikan teks (data) pada sel-sel dalam tabel,
dilakukan dengan mengisikan langsung ke sel yang diinginkan pada
Document window. Simpan perubahan yang telah dilakukan dengan
klik menu File Save, atau dengan kombinasi tombol Ctrl + S,
kemudian preview file index.html yang telah disisipi tabel dalam web
browser. Maka tampilan file index.html akan menjadi :
Gambar 33. Halaman index.html yang Disisipi Tabel
5) Menyisipkan Obyek
a) Menyisipkan gambar
Seperti halnya pada proses menyisipkan tabel, untuk menyisipkan
gambar ke dalam document halaman web terlebih dulu pastikan kita
berada pada Document window dan klik lokasi yang hendak disisipi
gambar. Kemudian klik ikon image pada Insert bar, atau dapat juga
40
dengan klik Insert Image. Pilihan ini akan menampilkan kotak
dialog Select Image Source (gambar 34).
Gambar 34. Menyisipkan Gambar
Melalui kotak dialog tersebut, kita memilih file gambar yang akan
disisipkan, kemudian klik OK. Jika file gambar yang dipilih belum
berada dalam direktori root, setelah klik OK akan muncul kotak dialog
seperti gambar 35. Kotak dialog ini mengkonfirmasi agar file gambar
yang disisipkan ikut disalin ke dalam direktori tempat file halaman web
yang disisipi berada. Hal ini bertujuan untuk menghindari tidak
ditampilkannya gambar saat halaman web dijalankan di browser.
Gambar 35. Kotak Dialog Penyalinan Gambar
41
b) Menyisipkan Link
Link adalah suatu obyek yang dapat berupa teks atau gambar yang
dipakai dalam dokumen HTML untuk melompat dari satu dokumen ke
dokumen atau tempat lain pada dokumen yang sama. Untuk
menyisipkan link pada teks/gambar yang telah ada dalam document
window yang harus dilakukan adalah meletakkan kursor pada
teks/gambar tersebut, kemudian isi fiel Link pada Property Inspector
dengan nama dokumen atau alamat URL yang akan dituju.
Gambar 36. Field Link pada Property Inspector
Selain langkah tersebut di atas, link juga dapat dibuat dengan klik
kanan pada obyek yang akan disisipi link dan pilih menu Make Link
(gambar 37) yang akan diikuti dengan munculnya kotak dialog seperti
gambar 38.
Gambar 37. Menu Make Link pada Klik-Kanan Obyek
42
Gambar 38. Pemilihan File/URL yang Akan Di-link
6) Menyisipkan Frame
Frame merupakan sebuah teknologi yang dipakai untuk
menggabungkan beberapa halaman web menjadi satu halaman yang
utuh. Dapat juga dikatakan bahwa frame merupakan sarana untuk
membagi halaman web menjadi beberapa bagian. Dalam penggunaan
frame pada pembuatan halaman-halaman web, dikenal istilah frame
dan frameset. Frameset adalah suatu frame induk yang dapat
menampung beberapa frame di dalamnya dan dapat memiliki frameset
sendiri. Sedangkan frame sendiri adalah dokumen yang terdapat di
dalam frameset dengan border yang mengelilinginya.
43
Langkah-langkah menyisipkan frame :
a) Pastikan bahwa tidak ada dokumen yang sedang aktif.
b) Pilih menu File New, pada kotak dialog New Document aktifkan
tabulasi General, lalu pilih kategori Framesets hingga muncul
tampilan seperti pada gambar 39.
c) Setelah memilih salah satu frame, klik Create sehingga frame yang
dipilih tampil pada document window.
Gambar 39. Menyisipkan Frame
Mengatur properti frame
Untuk melakukan pengaturan sebuah frame, gunakan kombinasi
tombol Alt + Klik pada frame yang diinginkan. Maka akan muncul
Property Inspector Frame, seperti gambar berikut :
Gambar 40. Property Inspector Frame
44
Keterangan :
a) Frame Name : nama frame, berfungsi sebagai referensi script dan
target hyperlink. Pemberian nama frame tidak boleh diawali
dengan huruf, tanpa spasi dan tanpa tanda minus (-) dan titik (.).
b) Frame Source : untuk menentukan sumber dokumen frame.
c) 3D Borders : untuk mengatur border pada frame.
d) Frame border color : untuk mengatur warna pada border.
e) Disable frame resize : untuk mengatur diperbolehkan atau
tidaknya perubahan ukuran frame oleh web browser.
f) Frame scrollbars : untuk menampilkan scroll (batang penggulung)
pada frame.
g) Margin width in pixels : untuk mengatur batas kanan dan kiri
margin.
h) Margin height in pixels : untuk mengatur jarak margin atas dan
bawah pada frame.
Mengatur properti frameset.
Untuk mengatur properti frane set, sebelumnya aktifkan dahulu framesetnya.
Dapat langsung dilakukan dengan memilih pada Document
window dengan meng-klik salah satu border frame-nyaatau dengan
memilih border frame terluar pada panel frame. Selanjutnya pada
Property Inspector akan tampil properti frameset seperti berikut ini :
Gambar 41. Property Inspector Frameset
45
Keterangan :
a) Border width in pixels : untuk mengatur lebar semua border pada
frameset.
b) 3D Borders : untuk mengatur tampilan border frameset, apakah
untuk ditampilkan atau disembunyikan.
c) Frameset color : untuk mengatur warna pada border frameset.
d) RowCol Selection : untuk memilih bagian kolom atau baris
dengan klik bagian atas dan samping tampilan.
e) Row/column size : untuk mengatur tinggi baris atau lebar kolom
yang dipilih.
f) RowCol size units : untuk mengatur ukuran lebar dan tinggi
frame.
7) Menyisipkan Form
Untuk menyisipkan obyek form, terlebih dahulu harus disiapkan wadah
yaitu form itu sendiri untuk menampung obyek form tersebut.
Tujuannya adalah agar informasi yang dimasukkan ke dalam form itu
nantinya dapat terkirim.
Beberapa obyek yang terdapat pada form antara lain adalah text field,
image field, list box, checkbox, menu pop-up, filed password, button
dan radio button. Berikut insert form yang terdapat pada Insert bar :
Gambar 42. Insert Form dalam Insert Bar
46
Langkah-langkah menyisipkan form :
a) Aktifkan tabular Form pada Insert bar, kemudian klik Form.
b) Pada document window akan muncul obyek form dengan
tampilan, sebagai berikut :
Gambar 43. Tampilan Obyek Form
c) Pada Property Inspector akan tampil seperti pada gambar 44 :
Gambar 44. Property Inspector Form
Tampilan form dapat menjadi lebih rapi jika ditambahkan dengan tabel
di dalam form sebagai tempat meletakkan obyek form. Tanpa
menggunakan bantuan tabel, penataan dan pengaturan obyek form
akan menjadi lebih sulit.
Menyisipkan Text Field.
Text field merupakan sarana untuk memasukkan teks ke dalam form.
Text field menampung informasi yang berupa teks atau karakter
lainnya, seperti nama, alamat e-mail, komentar dan lain sebagainya.
Terdapat 3 jenis tipe text field :
a) Single line, merupakan tipe default text field yang beruap kotak
satu baris. Biasa digunakan untuk menampung nama & alamat email.
47
Gambar 45. Single Line Text Field
b) Multi line, merupakan tipe text field yang menyediakan kotak teks
dengan beberapa baris di dalamnya. Biasa dipergunakan untuk
menampung data keterangan, komentar, saran dan lain
sebagainya.
Gambar 46. Multi Line Text Field
c) Password, tipe text field yang dipergunakan untuk mengisikan
password, biasa dipergunakan pada halaman web yang
memerlukan pengamanan. Data yang dimasukkan pada text field
ini akan ditampilkan dalam bentuk bintang-bintang.
Gambar 47. Password Text Field
Menyisipkan Text Area
Text area memiliki bentuk tampilan yang sama persis dengan multi
line text field, sehingga dapat dikatakan bahwa text area merupakan
nama lain dari multi line text field.
Untuk menyisiokan text area, klik tombol pada tab Form dalam
Insert bar.
Menyisipkan Checkbox
Checkbox adalah sebuah kotak yang disediakan bagi pengunjung
halaman web untuk memilih informasi yang disediakan. Jumlah
checkbox yang disisipkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
48
Checkbox memungkinkan pengguna halaman web untuk memilih
obyek yang terseleksi.
Untuk menyisipkan checkbox, klik tombol pada tab Form dalam
Insert bar.
Gambar 48. Tampilan Checkbox pada Web Browser
Menyisipkan Radio Button
Radio button memiliki fungsi yang sama dengan checkbox, yaitu untuk
menentukan pilihan dari suatu daftar pilihan. Hanya saja, pada radio
button pengguna hanya dapat memilih satu pilihan saja.
Untuk menyisipkan radio button, klik tombol pada tab Form dalam
Insert bar.
Gambar 49. Tampilan Radio Button pada Web Browser
49
Menyisipkan Radio group
Radio group merupakan kumpulan dari beberapa radio button. Radio
group memudahkan proses pembuatan daftar pilihan, karena tidak
perlu menyisipkan radio button sebanyak daftar pilihan yang hendak
dibuat, tetapi cukup dengan memasukkan nilai dan label dari radio
button tersebut pada kotak dialog radio group.
Untuk menyisipkan radio group, klik tombol pada tab Form dalam
Insert bar. Selanjutnya akan tampil kotak dialog untuk melakukan
setting parameter radio button (gambar 50).
Gambar 50. Kotak Dialog Radio Group
50
Gambar 51. Tampilan Radio Group pada Web Browser
Menyisipkan List dan Menu.
List dan Menu memungkinkan pemberian berbagai macam pilihan
yang ditampilkan pada area yang ringkas untuk ditampilkan kepada
pengunjung. List menyediakan scroll bar yang memungkinkan
pengunjung melakukan navigasi pada keseluruhan item. Scrolling list
memungkinkan penampilan banyak pilihan di dalam suatu area
(spasi). Pengunjung dapat menggulung list yang ada dan memilih
lebih dari satu pilihan. Seperti halnya pada checkbox.
Menu merupakan sebuah obyek yang digunakan untuk menampung
beberapa pilihan dalam bentuk drop-down. Dalam menu. Pengunjung
hanya dapat memilih satu pilihan saja, seperti pada radio button.
Untuk menyisipkan List/Menu, klik tombol pada tab Form dalam
Insert bar. Selanjutnya pada document window akan tampil seperti
gambarberikut :
Gambar 52. List/Menu pada Document Window
51
Sedangkan pada Property Inspector, tampil sebagai berikut :
Gambar 53. Property Inspector List/Menu
Properti Height dan Selections hanya aktif pada tipe List, Height
berfungsi untuk menentukan jumlah baris yang ditampilkan pada
kotak teks. Sedangkan Selections berfungsi untuk mengijinkan atau
tidak pengunjung untuk melakukan pemilihan banyak pilihan.
Untuk menentukan isi dari pilihan-pilhan yang hendak ditampilkan, klik
tombol List Values yang kemudian akan memunculkan kotak dialog
seperti pada gambar berikut ini :
Gambar 54. Kotak Dialog List Values
Berikut ini hasil tampilan pada web browser untuk tipe List dan Menu
dari parameter-parameter yang diisikan pada kotak dialog List Values
di atas.
52
Gambar 55. Tampilan List pada Web Browser
Gambar 56. Tampilan Menu pada Web Browser
Menyisipkan File Field
File field digunakan untuk mengirimkan (upload) file ke server. Untuk
dapat memanfaatkan file field digunakan method post atau IIS untuk
action dari form. Tampilan Fiel Field ini sama seperti Text Field, hanya
saja di sebelah kanan obyek File Field terdapat sebuah tombol
bernama Browse yang berfungsi untuk mencari file yang hendak diupload.
Namun, pengguna juga dapat secara langsung mengetikkan
nama file beserta path-nya secara lengkap pada kotak teks.
Untuk menyisipkan File Field, klik tombol pada tab Form dalam
Insert bar. Selanjutnya pada document window akan muncul tampilan
seperti gambar berikut ini :
Gambar 57. File Field
53
Menyisipkan Button
Button merupakan sebuah tombol yang dipergunakan untuk
melakukan proses tertentu, seperti submit atau reset. Kedua tombol
ini digunakan dalam sebuah proses di dalam form. Tombol submit
berfungsi untuk mengirimkan data yang telah dimasukkan ke dalam
form untuk selanjutnya diolah di dalam server. Sedangkan tombol
reset berguna untuk mengosongkan atau mengembalikan ke nilai
default dari suatu data yang terletak di dalam form.
Untuk menyisipkan Button, klik tombol yang terdapat pada tab
Form dalam Insert bar. Berikut tampilan Property Inspector untuk
Button.
Gambar 58. Property Inspector Button
Keterangan :
a) Button name, menentukan nama button.
b) Label, menentukan label button.
c) Action, menentukan fungsi button, sebagai tombol Submit atau
Reset.
54
c. Rangkuman 3
Pembuatan halaman web menggunakan Dreamweaver MX yang
memanfaatkan fasilitas penyuntingan visual tidak memerlukan
penulisan tag-tag HTML secara manual. Kita hanya tinggal
menuangkan apa yang hendak ditampilkan dalam halaman web pada
document window, sedangkan tag-tag HTML-nya akan secara otomatis
dituliskan oleh Dreamweaver MX.
d. Tes Formatif 3
1) Apakah fungsi dari link, form dan frame dalam pembuatan web?
2) Apa perbedaan frame dan frameset?
3) Apa perbedaan checkbox dan radio button?
4) Apakah fungsi dari tombol Submit dan Reset?
e. Kunci Jawaban Formatif 3
1) Link, untuk melompat dari satu dokumen ke dokumen atau
tempat yang lain, dapat berupa teks maupun gambar.
Form, digunakan untuk mengumpulkan informasi dari pengunjung
(berinteraksi dengan pengunjung) karena form dapat berupa
model isian yang harus diisi pengunjung dan akan dibca oleh
pemilik web.
Frame, merupakan pembagi halaman.
2) Frame adalah dokumen yang terdapat di dalam frameset dengan
border yang mengelilinginya. Sedangkan frameset, adalah suatu
frame yang dapat menampung beberapa frame lain di dalamnya
dan dapat memiliki beberapa frameset yang lainnya.
3) Checkbox dan radio button memiliki fungsi yang sama yaitu untuk
menentukan pilihan dari suatu daftar pilihan. Perbedaanya terletak
pada jumlah pilihan yang dapat dipilih. Pada checkbox,
55
pengunjung halaman web dapat memilih beberapa dari daftar
pilihan, namun dengan radio button, pengunjung hanya berhak
menentukan satu pilihan saja.
4) Tombol submit berfungsi untuk mengirimkan data yang telah
dimasukkan dalam form untuk selanjutnya diolah oleh server. Dan
tombol reset berfungsi untuk mengosongkan dan atau
mengembalikan ke nilai default data yang ada dalam form.
f. Lembar Kerja 3
Alat dan Bahan
Personal Computer yang telah terinstal software Macromedia
Dreamweaver MX .
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
terhubung dengan benar.
4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati, jangan
bermain game.
6) Setelah selesai, matikan komputer sesuai prosedur yang aman!
56
Langkah Kerja
1) Siapkanlah semua peralatan yang akan digunakan!
2) Periksa semua kabel penghubung pada PC.
3) Nyalakan PC dan jalankan program Macromedia Dreamweaver
MX.
4) Pelajari dan praktekkan semua materi yang telah disampaikan
pada kegiatan belajar 2 ini.
5) Kerjakan Tes Formatif 3.
6) Apabila menemui kesulitan dalam memahami materi yang ada,
segera tanyakan denga instruktur.
7) Setelah selesai, matikan komputer dan rapikan seperti semula.
57
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan software desain web!
2. Jelaskan definisi dari relative link dan absolute link!
3. Jelaskan perbedaan workspace Dreamweaver 4 dengan
Dreamweaver MX?
4. Buatlah halaman web yang berisi formulir biodata, seperti pada Tes
Formatif 2 nomor 2 menggunakan Macromedia Dreamweaver!
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
1. Software design web atau dapat pula disebut sebagai web editor
merupakan sebuah perangkat lunak yang berguna untuk
membangun/membuat/mendisain halaman-halaman web, baik
yang bersifat statis maupun dinamis
2. Relative link adalah link yang dibuat dengan menentukan relative
path dokumen tujuan dari dokumen asal berada.
Absolute link adalah link yang dibuat dengan menuliskan secara
lengkap (absolute) dokumen/alamat (URL) tujuan.
3. Pada workspace Dreamweaver 4, komponen-komponen
Dreamweaver berada pada window yang berbeda (memiliki window
masing-masing) sedangkan pada workspace Dreamweaver MX,
semua komponen-komponen Dreamweaver berada dalam satu
window.
4. Hasil pembuatan halaman web ini setidaknya menghasilkan
tampilan pada web browser yang sama dengan hasil pada Tes
Formatif 2 soal nomor 2. seperti gambar berikut ini :
58
Gambar 59. Tampilan Form Biodata pada Web Browser
C. KRITERIA PENILAIAN
Aspek
Skor
(1-
10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 3) 4
Halaman web yang menarik,
variatif dan kreatif.
5
Ketepatan waktu 1
Nilai Akhir
Syarat lulus
nilai minimal
70 dan skor
setiap aspek
minimal 7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
59
BAB IV
PENUTUP
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta
evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat peserta diklat
dapat dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat
melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan
modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat
harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul
selanjutnya.
60
DAFTAR PUSTAKA
-------------, 2004, Seri Panduan Desain Web Macromedia Dreamweaver
MX 2004, Andi Offset, Yogyakarta.
http://ilmukomputer.com, (30 Januari 2005, 17:36).

0 komentar:

Posting Komentar

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies